Kamis, 15 Juni 2017

Baitul Gafur, Oase Ditengah Hiruk-Pikuk Kehidupan Kampus


Baitul Gafur, Oase Ditengah Hiruk-Pikuk Kehidupan Kampus





Baitul Gafur, Oase Ditengah Hiruk-Pikuk Kehidupan Kampus
Esaunggul.ac.id, Jakarta Barat, Adzan Dzuhur ketika itu terdengar ke seantero kampus Esa Unggul, ditengah hingar-bingar kehidupan kampus adzan itu menjadi sebuah pelepas dahaga rohani para mahasiswa dan civitas kampus yang tengah menjalani kegiatan keduniawian.
Tak berselang lama, para jamaah tanpa diundang berduyun-duyun menuju asal muasal sumber suara itu yakni bangunan kokoh berbalut cat warna putih kream yang berada di samping gedung C Universitas Esa Unggul. Bangunan yang mengeluarkan suara Adzan itu yakni Masjid Baitul Gafur.
Kebetulan pada hari itu ialah hari Jumat, Masjid Baitul Gafur menggelar sholat Jumat yang diikuti oleh semua kalangan baik masyarkat sekitar kampus maupun para mahasiswa beserta civitas akademis. Tampak, ribuan alas kaki dari berbagai merk dan jenis membanjiri pelataran luar masjid. Suara gemericik air dari para jamaah saat mengambil wudhu pun menjadi pemanis suara ditengah siang hari yang terik itu. Dua ruangan sholat yang berada di lantai atas dan bawah masjid Baitul Gafur terlihat disesaki oleh jamaah yang haus akan siraman rohani dari penceramah jumat.
“Marilah dengan Jumat yang berkah ini, kita sama-sama tingkatkan iman dan taqwa meskipun berbagai kegiatan yang kita lakukan sangat padat namun kita hanyalah hamba Allah yang ditugaskan untuk menyembah Allah,” ujar penceramah Sholat Jumat yang saat itu disaksikan oleh kurang lebih 1000 jamaah itu. Ajakan sholat yang digaungkan oleh suara Iqomah pun mulai berkumandang memberikan isyarat untuk para jamaah segera berdiri mendekatkan diri kepada sang pencipta.
Seketika ucapan Amin pun bergema diseisi masjid saat imam menyelesaikan surah Al-fatihah seolah-olah para jamaah yang kebanyakan merupakan mahasiswa dan civitas Esa Unggul memohon terijabahnya doa-doa mereka. Selepas sholat, para jamaah tidak lupa memanjatkan doa mereka dengan tangan menengadahkan ke langit. Maka selesailah kegiatan sholat jumat pada hari itu.

Sejarah Singkat Baitul Gafur
Ketua masjid Baitul Gafur Muhammad Khaerudin,SE menerangkan inisiasi dari berdirinya masjid di Esa Unggul bermula saat mahasiswa dan civitas menginginkan tersedianya sebuah tempat ibadah sholat yang nyaman, maka pada tahun 1996 dibuatlah sebuah tempat ibadah berupa mushola yang berada di gedung A atau gedung Utama Universitas Esa Unggul.
Dia pun melanjutkan di tahun 2000 mushola lama yang berada di gedung A tidak cukup menampung jamaah yang semakin membludak, sehingga ada permintaan dari mahasiswa dan civitas kepada pihak rektorat untuk memindahkan Mushola ke Aula Kemala. Hingga tahun 2005 kegiatan ibadah Sholat berada di Aula Kemala.
“kira-kira 5 tahun, Mushola dan kegiatan ibadah dipindah ke Ballroom Aula Kemala. Semula memang tidak ada masalah saat dipindahkan ke sana, namun karena di Ballroom juga dimanfaatkan untuk kegiatan lainnya seperti seminar dan kegiatan keagamaan lainnya, ini menjadikan ruangan mushola menjadi tidak steril untuk sholat, untuk itu saya dan beberapa teman yakni mahasiswa dan akademisi meminta dana untuk pembangunan masjid,” ujar Khaerudin, saat ditemui di ruang Perpustakaan Esa Unggul, Jakarta Barat, Jumat (16/06/2017).
Maka pada tahun 2005 dimulailah pembangunan masjid Baitul Gafur yang semula direncanakan dibangunan didepan kampus sekitar jalan tol Tomang-Kebun jeruk. namun karena kontur tanah yang tidak baik maka pembangunan masjidnya pun diubah tempatnya menjadi di belakang kampus. “Sebetulnya letak masjid Baitul Gafur itu ada didepan dekan jalan tol, namun karena kontur tanahnya kurang bagus maka dipindahkan,” ujarnya.
Berkonsep Taj Mahal
Khaerudin pun menceritakan proses pembuatan masjid Baitul Gafur hingga menjadi tempat ibadah yang saat ini menjadi pusat ibadah dan kajian mahasiswa. Baitul Gafar sendiri berdiri diatas tanah 30X30 meter dan dulunya sempat berkonsep bangunan khas india yakni Taj Mahal.
“Dulunya saat pembangunan kita sempat ingin konsepnya itu seperti Taj Mahal, namun sayangnya kekurangan lahan, seharusnya ada tiang menara satu lagi tapi urung dibangun karena lahannya dibuat tempat parkir,” katanya.
Arsitektur pembangunan masjid ini dibuat oleh Ir.Holiq Raus, salah satu ahli planologi dari Esa Unggul. Holiq yang kala itu dilibatkan dalam konstruksi masjid membuat perhitungan mengenai tata letak dan perhitungan kontur tanah yang cocok untuk dibangun sebuah masjid.
“Arsitektur sendiri dipimpin oleh almarhum Ir.Holiq Raus, pak Holiq Raus ini yang memperhitungkan kontur tanah, sampai meneliti sampai dimanakah cadangan air yang tersedia diatas tanah masjid,” terang Khaerudin.
Pemilihan nama dari Baitul Gafur sendiri, mengambil nama dari pendiri masjid yang juga pendiri Universitas Esa Unggul yakni Dr.Abdul Gafur. “nama Baitul Gafur itu sendiri diambil dari nama pendiri Esa Unggul dan masjid ini yakni Dr.Abdul Gafur, namun Dr. Abdul Gafur sendiri tidak meminta menggunakan namanya, namun kehendak dari kamilah selaku inisiator yang menghargai jasa Dr.Abdul Gafur,” ujarnya
Selain menceritakan mengenai pembangunan masjid, Khaerudin menjelaskan mengenai pemanfaatan masjid Baitul Gafur selama ini. Baitul Gafur bukan hanya dijadikan sebagai tempat ibadah saja, namun lebih besar lagi, masjid bertingkat dua ini menjadi tempat interaksi sosial kepada masyarakat.
“Kami dari pengurus masjid menargetkan pemanfaatan Baitul Gafur bukan hanya tempat Hablul minallah saja atau hubungan dengan masalah akhirat saja, namun secara luas habluminnas dari kegiatan masjid pun digalakkan. terbukti sampai saat ini kegiatan sosial seperti santunan anak yatim, khitanan masal, kajian fikih dan lainnya terselenggara,” tuturnya.
Ia pun berharap nantinya Baitul Gafur dapat menjadi tempat peningkatan iman dan takwa serta pendidikan agama baik bagi mahasiswa maupun bagi civitas kampus. Ditambah, mudah-mudahan Baitul Gafur dapat mencetak lulusan-lulusan berkulitas baik secara IMTAQ maupun secara keilmuan umum.
“Baitul Gafur ini bukan sekedar tempat ibadah namun bisa menjadi institusi pendidikan rohani bagi siapa saja yang aktif di dalamnya, sejak pembangunan masjid ini telah banyak alumninya yang aktif di IKMI (Ikatan Keluarga Masjid Indonusa) UKM yang mengisi kegiatan masjid telah terjun dan bermanfaat ke masyarakat,” Khaerudin Menandaskan.

Read More..

Sabtu, 10 Juni 2017

Memulai Bisnis Itu Sama Loh Seperti Orang Yang Jatuh Cinta, Kok Bisa?


Memulai Bisnis Itu Sama Loh Seperti Orang Yang Jatuh Cinta, Kok Bisa?



Seminar Wajib Universitas Esa Unggul
Seminar Wajib Universitas Esa Unggul

Memulai Bisnis Itu Sama Loh Seperti Orang Yang Jatuh Cinta, Kok Bisa?

Esaunggul.ac.id, Jakarta Barat, Banyak orang terutama para pemula yang menganggap memulai bisnis itu susah dan ribet. Tapi tahukah kamu, memulai suatu bisnis itu sama dengan seperti saat kita jatuh cinta?. Hal ini diungkap oleh Adi Putera Wijaya dalam seminarnya yang bertajuk “Creativeness Create Your Own Be Innovative And Start Your Business”.
Adi mengungkapkan bagi siapa saja terutama anak muda hal yang pertama dilakukan saat memulai bisnis ialah mengibaratkan seperti saat pertama kali jatuh cinta yaitu harus mau atau tertarik dahulu terhadap suatu bisnis, karena jika kita ingin memulai sesuatu tentu saja harus ada interest (ketertarikan) terhadap sesuatu.
“Hal yang pertama kita lakukan dalam memulai bisnis itu seperti saat PDKT (pendekatan) saja, tau kan gimana kalau lagi PDKT kita harus sukai dulu hal apa yang menjadi alasan kita untuk PDKT tersebut. Begitu juga semua bisnis harus memulai dari yang kita sukai,” terang Adi, di Ballroom Aula Kemala, Esa Unggul, Jakarta Barat (12/06/2017).
Hal yang kedua yang dilakukan seorang pemula saat memulai bisnis ialah harus jujur. Adi melanjutkan jika kita sudah memulai hubungan apa yang pertama kali dilakukan oleh seorang pasangan untuk mempertahankan hubungan yakni keduanya harus dapat jujur satu dengan yang lainnya. Begitu pun dalam berbisnis kita harus jujur sejauh mana kemampuan kita dalam memulai jangan memulai dengan hal yang besar namun kita tidak sanggup malah hal ini menjadi sebuah boomerang bagi anda yang akan mulai bisnis.
“Cinta itu harus jujur, what’s you love. Jangan bohongin diri sendiri dalam memulai bisnis, karena kita harus mengetahui keterampilan apa yang kita punyai,  karena cinta saja tidak cukup. Perlu keterampilan kalau gak punya keterampilan hanya happy atau karena suka nantinya bisnis dan cinta kamu akan kalah banyak,” ujarnya.
Adi pun memaparkan hal ketiga yang menjadi pertimbangan seseorang dalam memulai bisnis ialah harus mengetahui marketnya. Sama seperti saat berpacaran, seseorang tentu harus mengetahui apa saja yang akan dilakukan saat berpacaran nanti apakah nanti target berpacaran hanya untuk asik-asikan saja, hanya memperkenalkan pada teman-teman atau memang untuk serius.
Adi Putera Wijaya dan Wahyu Raharjo
Adi Putera Wijaya dan Wahyu Raharjo
Dia pun mencontohkan cara mengetahui market yang kita butuhkan dalam bisnis itu ialah kita harus mengetahui masalah apa yang sedang dialami oleh konsumen atau market yang kita tuju. “Seperti saat ini kita kan tahu nih tentang masalah anak muda jaman sekarang kalau gak galau ya, gak bisa move on. Nah ini kan termasuk market yang bisa kita kembangkan menjadi sebuah bisnis, kita bisa membuat aplikasi cara cepat move on dalam tiga hari nah ini kan sebuah inovasi belum ada yang buat,” katanya.
Sementara itu, pembicara lainnya yakni Wahyu Raharjo pun menerangkan hal yang sama terkait memulai bisnis sama seperti saat jatuh cinta, namun Wahyu lebih mempersingkat penjelasannya dengan mengatakan memulai bisnis harus dapat melupakan kegagalan dalam membangunnya artinya kita harus bisa move on.
“Sama seperti pak Adi tadi bilang, memulai bisnis harus sama seperti saat jatuh cinta. Sama ketika sedang move on dari seseorang memulai bisnis start up itu harus dapat mengambil pengalaman dari setiap kegagalan yang kita lalui, artinya harus bisa move on,” ujarnya.
Ia pun menambahkan dalam memulai bisnis mental yang kuat sangat diperlukan bagi seorang enterpreneur pemula, perlu mental baja dalam mengambil segala resiko yang nantinya akan dihadap. Oleh karenanya, rasa minder, takut dan ragu harus dibuang jauh-jauh jika sesorang ingin menjadi enterpreneur yang sukses.
“Cara berfikir kita harus diubah, Gimana sih kita Dalam mulai berbisnis punya mental yang kuat, kalau kita takut susah ya gak bakal bisa memulai. Mental itu penting, kemudian evaluasi sangat penting dalam diri kita jika ingin memulai sebuah bisnis,” jelasnya.
EQ dan SQ Dapat Tingkatkan Kretifitas Membangun Bisnis
Seminar kedua yang mengambil tema “Meningkatkan Kemampuan EQ dan SQ Mahasiswa Melalui Kegiatan Positif Kampus” menjelaskan korelasi antara kemampuan sesorang khususnya mahasiswa dalam membangun usaha yang baru saja dirintis. Dengan pembicara salah satu tokoh inovator Indonesia yakni Laura Lazarus seminar tersebut tampak diikuti dengan serius oleh para peserta yang hampir memenuhi ruangan Ballroom.
Menurut Laura EQ dan SQ secara bertahap akan mengembangkan daya imajinatif lewat kreatifitas yang disalurkan melalui otak, khususnya anak muda, EQ dan SQ ini digunakan untuk untuk membuat seseorang lebih inofatif.
Laura Lazarus
Laura Lazarus
“Meningkatkan IQ dan SQ perlu banyak gerak salah satunya itu ialah sambil mengikuti kegiatan organisasi yang postif bagi mahasiswa,” terangnya.
Mantan Pramugari Lion Air ini melanjutkan pentingnya membangun kreatifitas semenjak menjadi mahasiswa dikarenakan masa-masa saat menjadi mahasiswa merupakan waktu bagi para anak muda mengembangkan berbagai hal seperti daya kreatifitas dan kemampuan memimpin.
“Saat kuliah itu jika dimanfaatkan dengan baik oleh para mahasiswa dapat meningkatkan daya emosi diotak khusunya daya kreatifitas dan kemampuan memimpin sesorang sehingga nantinya mereka dapat dengan meudah melakukan inovasi dan kreatifitas dengan sangat baik,” ucapnya.
Kedepan ia berharap mahaiswa Esa Unggul dapat mengembang EQ dan SQ sesuai dengan kegiatan dan organisasi yang diikuti oleh mahasiswa. ” Mudah-mudahan, para mahasiswa disini bisa aktif dengan organisasi dan kegiatan positif kemahasiswaan, jangan sampai potensi diri masing-masing mahasiswa tidak dimaksimalkan saat mereka berkuliah,” tuturya.
Dua seminar wajib yang diselenggarakan oleh Universitas Esa Unggul ini diikuti oleh sekitar 100 peserta dari berbagai jurusan. Seminar yang berlangsung kurang lebih tiga jam ini berlangsung atratktif dan seru, terutama saat sesi tanya jawab dan penjelasan menarik dari pembicara yang mengajarkan tentang teknik bisnis yang baik dan benar.

Read More..

Tim Akreditasi BAN PT: Esa Unggul Memiliki Potensi Yang Menjanjikan


Tim Akreditasi BAN PT: Esa Unggul Memiliki Potensi Yang Menjanjikan


Visitasi Akreditasi MM Program Pascasarjana
Visitasi Akreditasi MM Program Pascasarjana

Tim Akreditasi BAN PT: Esa Unggul Memiliki Potensi Yang Menjanjikan

Esaunggul.ac.id, Jakarta Barat, Badan Akreditasi Nasional Perguran Tinggi (BAN PT) melakukan Visitasi Akreditasi Magister Manajemen Program Pascasarjana yang dilaksanakan pada tanggal 8 dan 9 Juni kemarin. Dalam kesimpulan yang diberikan oleh salah satu Asesor BAN PT yakni Prof. Sudarso Kaderi Wiryono mengatakan Univeritas Esa Unggul merupakan Universitas yang kedepannya dapat berkembang secara menjanjikan.
“Beberapa hal yang saya lihat dari hasil wawancara dan proses lainnya, saya menyimpulkan  potensi pengembangan UEU sangat menjanjikan hal ini terlihat dari kebanggaan mahasiswa yang berkuliah di Esa Unggul mereka mempunyai kebanggaan, khususnya kepada program studi Magister Manajemen,” terang Sudarso, di Ruang 207, Esa Unggul, Jakarta Barat, Jumat (09/06/2017).
Asesor BAN PT Prof. Sudarso Kaderi Wiryono
Asesor BAN PT Prof. Sudarso Kaderi Wiryono
Menurut asesor yang berasal dari Institut Teknologi Bandung tersebut perkembangan Universitas Esa Unggul khususnya di program studi Magister Manajemen sangat berpotensi untuk menjadi prodi yang maju ketimbang universitas lainnya. Selain dikarenakan sangat baiknya kurikulum dan manajemen program studi MM, lingkungan perkuliahan pada Prodi tersebut menyokong terbentuknya nuansa pendidikan yang berkualitas.
“Saya mencermati, potensi prodi MM ini bukan hanya dari kurikulum yang ada, bukan hanya dari dosen dan manajemen tapi suasana akademik dan proses akademik terasa sangat nyaman. Ini dibuktikan dari wawancara oleh staff akademik dan mahasiswanya mereka banyak yang mengatakan merasa seperti dirumah sendiri. Karena keberhasilan suatu proses belajar itu disebabkan salah satunya oleh lingkungan yang menyenangkan dan nyaman, nah itu terjadi di sini,” ujarnya.
Guru Besar Risiko Bisnis dan Keuangan ITB ini pun mengapresiasi berbagai kegiatan dan organisasi yang dibentuk oleh kampus salah satunya ialah yang dilakukan oleh ILUNI (Ikatan Alumni Esa Unggul) dalam menyumbangkan ide pemikiran serta bantuannya untuk memajukan Univeritas Esa Unggul.
“Saya sangat mengapresiasi Kontribusi pemikiran ide-ide dari ILUNI untuk memajukan program studi ini. Diharapkan ILUNI menjadi wadah  bagi adik-adik kita yang masih menjalani program S1 di Universitas Esa Unggul. Karena mereka yang nantinya akan keluar dan butuh diakomodir oleh para alumni-alumni yang telah sukses dalam bisnisnya,” ucapnya.
Sudarso pun berharap kedepannya Universitas Esa Unggul dapat meningkatkan kapasitas jurnal dan penilitiannya agar dapat bermanfaat secara langsung bagi kemaslahatan masyarakat. “Esa Unggul saya lihat mempunyai insentif yang menarik terhadap penelitian yang dilakukan oleh para dosen dan civitas akademisi. Insentif yang diberikan berupa reward bagi siapa saja yang melakukan penelitian  itu merupakan hal yang positif. Ini menunjukan suatu bukti universitas Esa Unggul memeliki kelebihan dibidang penelitian,” ujar Sudarso.
Sementara itu, Rektor Esa Unggul Dr. Ir. Arief Kusuma Among Praja, MBA, dalam sambutannya mengatakan akreditasi yang dilakukan oleh BAN PT ke Esa Unggul merupakan praktek pembalajaran langsung bagi Esa Unggul untuk meningkatkan taraf kualitas pendidikannya.
“Kunjungan visitasi yang dilakukan ini merupakan best practice bagi kami untuk meningkatkan kualitas kami khususnya dalam prodi Magister Manajemen. Kami pun merasa dalam kunjungan ini ada banyak saran dan menjadi pembelajaran kami,” ujar Arief.
Kedepannya, Arief berjanji akan membenahi berbagai kekurangan yang dirasa masih menganjal di dalam metode atau pun pembelajaran di Esa Unggul khususnya pada prodi Magister Manajemen. “Mudah-mudahan akreditasi yang di dapat oleh Prodi Manajemen ini mendapatkan hasil yang baik, hal lainnya yang dirasa kurang akan kami benahi sebagai bahan evaluasi kami ke depannya,” tutupnya.
Lena Elitan, Ph. D Saat Melakukan Uji Wawancara
Lena Elitan, Ph. D Saat Melakukan Uji Wawancara
Visitasi akreditasi Program studi Magister Manajemen Universitas Esa Unggul berlangsung pada hari kamis dan Jumat. Tim asesor yang terdiri dua orang yakni  Prof. Sudarso Kaderi Wiryono dari ITB dan Lena Elitan, Ph. D dari Unika Widya Mandala Surabaya melakukan uji wawancara dan memeriksa perlengkapan dokumen dari program studi Magister Manajemen. Selama kurang lebih sembilan jam melakukan uji visitasi tersebut, acara itu berakhir dengan foto bersama dan buka puasa bersama dengan rektor beserta civitas akademsi Magister Manajemen dan Asesor dari BAN PT. Mudah-mudahan hasil dari akreditasi Magiser Manajemen ini mendapatkan hasil yang memuaskan.
Foto Bersama
Foto Bersama

Read More..

Realted Posts