Rabu, 15 Mei 2019

Berikan Seminar Terkait Ekonomi, Komisi XI DPR RI Yakini Esa Unggul Menjadi Kampus Para Enterpreneur di Indonesia


 
Salah satu Pembicara Seminar Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Hafidz Tohir

Esaunggul.ac.id, Jakarta Barat, Menyikapi perubahan ekonomi Indonesia yang saat ini bergejolak dikarenakan sejumlah perubahan pasar dan kenaikan kurs mata uang asing, membuat sejumlah pihak mencermati tentang perubahan ekonomi yang saat ini deras terjadi di indonesia.
Hal ini juga dirasakan oleh Institusi pendidikan yakni Universitas Esa Unggul untuk mengkaji dan berdiskusi lewat seminar Interaktif yang bertajuk “Perkembangan Perekonomian Indonesia Tahun 2018,” yang digelar di Ballroom Aula Kemala, Rabu (09/05/2018). Seminar ini menghadirkan pembicara ahli dibidangnya seperti Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Hafidz Tohir, Perwakilan Bank Indonesia dan Kepala Lembaga Pendidikan Berkelanjutan Universitas Esa Unggul Dr.Rilla Gantino, SE,Akt, MM.

  
Suasana Saat Pemateri Menyampaikan Materinya dalam seminar Pekan Raya Ekonomi 2018

Dalam Pemaparanya Hafidz mengatakan saat ini ekonomi Indonesia memang sedang mengalami sejumlah permasalahan mulai dari perlambatan pertumbuhan Ekonomi, kurs rupiah yang rendah terhadap dollar hingga jumlah hutang Indonesia yang terus melonjak. Untuk itu, Hafidz mengajak kepada seluruh elemen masyarakat terutama kalangan mahasiswa untuk ikut memperbaiki perekonomian Indonesia saat ini, salah satunya dengan melakukan Wirausaha atau Enterpreneurship.
Politisi Partai Amanat Nasional ini beranggapan dengan melakukan Enterprenurship masyarakat terutama para anak muda memberikan ruang kepada produk-produk asli Indonesia sehingga mampu dijual ke luar negeri dan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, hal ini pun berimbas pada penurunan impor yang tentu saja berimplikasi pada penguatan mata uang rupiah dan dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Jadi saya sampaikan disini kita harus menggenjot komponen-komponen yang dibeli orang pakai dollar kita harus menjual produk-produk kita itu ke luar negeri, supaya dollar masuk ke Indonesia dan sebisa mungkin mengurangi impor, hal ini akan berimplikasi pada perekonomian,” terang Hafidz di Universitas Esa Unggul, Jakarta Barat, Rabu (09/05/2018) .
Dirinya pun mengatakan peran anak muda dalam memajukan Enterpreneur di Indonesia sudah sangat terbuka lebar, hal ini dikarenakan berbagai kemudahan dapat dimanfaatkan oleh generasi saat ini untuh berwirausaha. Salah satunya dengan menjamurnya Startup, Financial Technology dan E-Money. Hal inilah yang mendasari DPR RI untuk menggodok sejumlah UU berkaitan dengan Enterpreneur.


Foto Bersama seusai Memberikan Materi“Dengan menjamurnya Financial Tecnologi dan sejumlah aplikasi
berbasis E-Money, saya optimis masayarakat, terutama anak muda saat ini dapat berwiarusaha dengan lebih mudah. Ditambah kami dari Komisi XI saat ini sedang menuntaskan Undang-undang terkait Enterpreneur,” ujarnya.
Hafidz pun yakin Universitas Esa Unggul sebagai institusi pendidikan Tinggi memiliki keinginan untuk mendidk para mahasiswanya sehingga menjadi lulusan yang berorientasi pada semangat kewirausahaan, dalam artian mampu menyiapkan generasi-generasi yang mandiri bukan hanya mampu bekerja namun mampu memperkerjakan banyak orang.
“Saya melihat Universitas Esa Unggul memiliki Kesempatan besar sebagai pintu masuk bagi generasi muda untuk dapat melakukan Enterpreneur dan dari beberapa kuliah tamu yang saya lakukan di sini mahasiswanya mempunyai keinginan melangkah lebih dibanding mahasiswa kampus lainya, kedepanya mungkin Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Esa Unggul dapat lebih membuka secara lebar kerjasama dengan instansi baik dalam negeri maupun luar negeri,” tutupnya.
Read More..

Kamis, 17 Januari 2019

Dua Mahasiswa UKM Pramuka Esa Unggul Lulus KMD Kwarcab 2019


Dua Anggota Pramuka UEU dalam KMD

Esaunggul.ac.id, Dua Anggota Pra- UKM Pramuka Universitas Esa Unggul yakni Hanafi Fauzan (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 2014) dan Risma Ari Prasanti (Fakultas Ekonomi) Mengantungi Ijazah Pembina Pramuka dan dapat Menjadi Pembina Pramuka di SD (golongan Siaga)/ SMP(Penggalang) /SMA (penegak), Lulus Dalam Kursus-kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD).
Salah satu peserta KMD Risma Ari Prasanti mengatakan Acara ini di selenggarakan Oleh Kwarcab Jakarta Barat bekerja Sama dengan Kemenpora. Kursus ini dilaksanakan pada tanggal 8- 13 Januari 2019 yang bertempat di Bumi Perkemahan Citra Alam Lekseside Situ Gintung Tangerang Selatan.
“Selama hampir lima hari kami ditempa dan diuji mengenai kegiatan kepramukaan, dari mulai hal yang mendasar hingga yang substansial, hal ini dibutuhkan sebagai bekal nantinya bagi kami untuk dapat mengajarkan pramuka kepada masyarakat dan sejumlah instansi pendidikan,” ucap Risma di Universitas Esa Unggul.
Risma pun menjelaskan KMD merupakan Salah satu Syarat Wajib yang harus di tempuh bagi siapapun yang akan menjadi Pembina Pramuka. Begitu juga KMD merupakan Program kerja dari Pra UKM Pramuka, Pra UKM yang di Dominasi oleh Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).
Dirinya berharap acara ini dapat memberikan bekal kepada dirinya dan sejumlah peserta agar mampu berperan bukan hanya di dunia kepramukaan namun di masyarakat luas. “Mudah-mudahan selepas acara ini, para peserta yang mengikuti KMD bukan hanya Mahir dalam kepramukaan tetapi dapat Berkontribusi Menciptakan Generasi bangsa Yang berkarakter dengan siap menjadi Pembina Pramuka dan langsung terjun di masyarakat. ” tutupnya.

Suasana Saat MKD dan Ijazah dari Peserta MKD

Hanafi Fauzan nantinya akan Membina Pramuka di Salah satu SD Di Daerah Tangerang sementara Jam Risma Ari Prasanti akan membina Pramuka Di SMAN 57. Semangat dan Salam Pramuka!!
Read More..

Kamis, 04 Oktober 2018

ECLIPSE 2018, Cara Generasi Muda Memadukan Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif



Esaunggul.ac.id, Mahasiswa Fakultas Ekonomi Esa Unggul angkatan 2017/2018 menggelar acara ECLIPSE singkatan dari Economy & Culture in Pack By Seventeen. Salah satu Panitia acara Eclipse 2018 Ibnu Darwisy menjelaskan dalam Eclipse 2018 sejumlah kegiatan dilaksanakan seperti Seminar, Bazar, perlombaan hingga Live Music.
Darwisy menerangkan dipilihnya ECLIPSE (Economy & Culture in Pack by Seventeen) sebagai tema acara dikarenakan laju perekonomian Indonesia saat ini sedang berkembang dengan cepat, hal ini pun ditopang dengan munculnya Usaha kecil menengah yang berasal dari ekonomi kerakyataan dan Ekonomi Kreatif. Untuk itu, anak muda terutama mahasiswa harus mampu melihat peluang tersebut.
“Jadi, Eclipse itu singkatan dari Economy & Culture in Pack By Seventeen yakni bagaimana anak muda dapat membangun Ekonomi dengan cara mengelaborasikannya lewat kebudayaan Indonesia yang nantinya menghasilkan ekonomi kerakyatan. Tentunya hal ini didorong oleh inovasi para anak muda,” terang Darwisy di Esa Unggul, Jakarta Barat beberapa waktu yang lalu.

Suasana Saat Bazar Eclipse

Sementara itu, dalam Seminar Eclipse yang membahas mengenai Pengaruh Kebudyaan terhadap Perkembangan Ekonomi Indonesia dengan pembicara Kasubid Seni media Kemendikbud Tubagus Sukma, digelar pada hari kedua Eclipse. Dalam seminarnya, Tubagus mengajak para mahasiswa untuk memaksimalkan potensi kesenian dan kebudayaan Indonesia, sebagai salah satu peluang untuk membangkitkan perekonomian bangsa.

Suasana Saat Seminar Eclipse

Menurutnya, terdapat 16 potensi yang dapat dimanfaatkan oleh anak muda terutama mahasiswa terkait kesenian dan kebudayaan Indonesia untuk menciptakan ekonomi kerakyatan dan Ekonomi Kreatif seperti Seni Rupa, Fashion, Pengobatan Tradisional hingga Pariwisata.
“Jika anak muda saat ini mampu memaksimalkan potensi keseninan dan Kebudayaan di Indonesia maka Ekonomi Kreatif akan tumbuh dan menjadi salah satu penopang Perekonomian di Indonesia,” terangnya.
Dirinya pun berharap mahasiswa Esa Unggul dapat menggali potensi kebudyaan Indonesia menjadi sebuah Ekonomi Kreatif, karena Ekonomi Kreatif yang berlandaskan pada kebudayaan saat ini sedang dilirik oleh Dunia Internasional. Apalagi dalam statistik, Ekonomi Kreatif di Indonesia mampu menciptakan lapangan pekerjaan hingga 13 juta jiwa.
“Tren yang saat ini sedang diLirik oleh dunia Internasional ialah Ekonomi Kreatif di Indonesia yang berbasis kepada kebudayaan, tidak tanggung-tanggung tiap tahunnya meningkatkan jumlah tenaga kerja di Indonesia. Jadi yuk, kita tuangkan ide kreatif kita untuk membangkitkan Perekonomian di Indonesia,” tutupnya.
Eclipse 2018 akan ditutup pada 10 November mendatang dengan panggelaran pesta musik yang menghadirkan penyanyi dan band yang saat ini sedang digandrungi oleh anak muda sepeti Danilla dan Pee Wee Gaskin.
Read More..

Realted Posts